RSS

KyuMin couple story : Love is you PART 2 (END)

01 Jun

MIN HEE’S POV

Ah.. Sudah 3 bulan terakhir aku tidak berjumpa dengan namja itu lagi. Apa kabarnya ya? Apa dia masih baik baik saja? Masih dengan sifat ketusnya? Hahaha.. Apa dia juga masih………… mencintai gadis itu?

Aku sedang asik dengan duniaku sendiri ketika kudengar pintu di buka..

“Selamat datang” sambutku dengan ramah. Aku terkejut ketika kulihat siapa yang datang.. Namja itu.

Entah karena memang sudah lama tak melihatnya atau apa. Aku merasa hari ini dia 10x lebih tampan dari biasanya. Dia mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan celana jeans, dengan rambut sedikit berantakan yang justru membuatnya lebih… mempesona?

“Berapa ini?” tanyanya menyadarkanku.

“Eh,.. mmh.. 200.000” jawabku dengan salah tingkah.

Aku menghindari bertatap wajah denganya. Aku takut hatiku berantakan lagi. Tidak. Itu tidak boleh terjadi.

Baru saja aku akan berbalik ketika dia dengan paksa mengangkat daguku dan menyelusuri setiap inci wajahku dengan matanya.

“Wajah ini.. Lama sekali aku tidak melihatnya” ujarnya sembari melihatku.

“Maaf, ini tempat kerja. Walaupun kau seorang pengunjung, tetap tidak di perkenankan untuk berlaku seperti ini” Ujarku sambil menurunkan kembali wajahku.

Aku mendongak menatap wajahnya.

Eh..? Apa aku tidak salah lihat? Sesaat tadi.. Kulihat tatapan sakit hati di matanya? Apa maksudnya?

Namja itu! Membingungkan!!

Waktu itu dia meninggalkanku. Sekarang malah sepertinya ia menginginkan aku kembali? Apa maksudnya?? Untuk di permainkan kah? Dasar namja tak waras!

***

KYUHYUN’S POV

Dengan paksa ku angkat dagunya.. Dan dengan mataku aku menelusuri setiap inchi wajahnya. Wajahnya yang cantik.. Wajahnya yang lama kurindukan.

“Wajah ini.. Lama sekali aku tidak melihatnya” kataku sembari melihatnya.

“Maaf, ini tempat kerja. Walaupun kau seorang pengunjung, tetap tidak di perkenankan untuk berlaku seperti ini” Ujarnya sambil menurunkan kembali wajahnya.

Aku terhenyak ketika ia mengatakan hal itu. Begitukah? Sudah tak adakah sisa lagi perasaan untukku? Yah.. Wajar saja. Aku mengerti.. Ah~ tidak. Lebih tepatnya aku berusaha mengerti.

Aku melihatnya dengan hati sakit. Dan saat itu juga tatapan mata kami bertemu. Ia seperti terkejut melihatku, lalu kemudian berekspresi bingung.

Dengan gontai aku berjalan keluar. Kecewa.

***

“Yak! Cho Kyuhyun!!”  seru sebuah suara yang bisa ku pastikan itu adalah suara Heechul hyung.

“Apa lagi?” ujarku tak sabar.

“Kau ini!! Ada apa sih?” tanyanya dengan wajah bingung.

“Tidak apa apa. Ada apa?”

“Siwon satu minggu lagi akan menikah. Aku hanya mau menyampaikan undanganya.” Ujar Heechul hyung sembari menyerahkan sebuah undangan padaku.

Siwon hyung.. Kehidupanya begitu indah. Enak sekali dia.. Memiliki Hana sebagai istrinya. Kalau saja saat itu Hana tidak bertemu Siwon hyung, apa aku.. yang akan menjadi mempelai prianya?

Ah~ tapi aku tak lagi perduli.. Saat ini, aku hanya merindukan Min Hee.. Yeoja itulah yang saat ini bercokol di otakku tanpa mau pergi.

“Yak! Cho Kyuhyun! Sebenarnya sejak kapan kau mulai melamun begitu?? Apakah sekarang melamun itu lebih menarik dari PSP tercintamu itu??” tanya Heechul hyung yang di sertai dengan tatapan bingung.

Jelas saja, biasanya kapanpun dan dimanapun jika aku memiliki waktu luang, PSP cintaku itulah yang menemaniku. Bahkan terkadang aku sedikit melupakan Hana.

Tapi Min Hee.. Yeoja itu.. Bahkan mampu membuatku memikirkanya melebihi PSPku..

“Ah sudahlah! Apapun pertanyaanku tak kau jawab! Melamunlah! Asyiklah dengan duniamu! Sejak dulu sepertinya kau tidak normal. Dulu selalu berkencan dengan PSP dimana mana. Sekarang malah melamun terus!” ujar Heechul hyung dengan kesal sembari meninggalkanku.

Hmm.. Tak hanya kau hyung, yang bingung. Akupun juga..

***

Waktunya sudah tiba. Aku menatap puas pada penampilanku hari ini. Aku memakai setelan jas hitam yang aku yakin akan membuat yeoja manapun menoleh melihatku.

Hari ini adalah hari pernikahan Siwon hyung dengan Hana.

Hana.. gadis itu.. aku sudah lama tak melihatnya. Aku tak tahu lagi kabar tentangnya. Lebih tepatnya, tak tertarik untuk tahu.

Untuk apa? Toh dia sudah mencampakkanku dan memiliki Siwon hyung.

Hari ini adalah hari pernikahan gadis itu.. dengan Hyungku.

MIN HEE’S POV

Kutatap diriku di cermin. Dan aku tersenyum puas.

Aku yakin hari ini aku sangat cantik. Aku mengenakan dress berwarna soft orange dengan tali spaghetti yang membalut tubuhku dengan sempurna.

Lalu wajahku kubiarkan alami dengan diberi sedikit make up yang memolesnya.

Rambut bergelombangku ku biarkan tergerai sebagian, sedangkan bagian belakangnya ku ikat.

Aku puas dengan penampilanku. Sangat.

Hari ini adalah hari pernikahan sahabat baikku. Park Hana. Ia pasti sangat cantik nantinya.

Usai bersiap aku segera berjalan keluar, dan bersiap menuju ke pesta.

***

KYUHYUN’S POV

Sesuai dugaan, pestanya sangat ramai. Dan perkiraanku tepat. Begitu banyak yeoja yang menoleh melihatku. Aku memang sangat tampan kan? ^_^

Aku berjalan berkeliling, menikmati tatapan yeoja yeoja yang kagum akan ketampananku. Kurasakan mereka berbisik bisik tentangku.

Aku berjalan mengambil minuman. Dan meneguknya. Menikmati minuman itu membasahi kerongkonganku.

Baru saja aku selesai meneguk minuman itu, ketika kudapati semua mata tertuju pada satu arah. Dan ketika kulihat arah itu… Degg!!

Aku merasa jantungku berhenti sesaat. Dan berdetak tak beraturan.

Yeoja itu.. Aku baru menyadari betapa cantiknya dia..dan, betapa aku merindukanya.

Dia melihat ke arahku sesaat. Kemudian berpaling lagi.

Bagitu menyedihkanyakah aku dimatanya?

***

MIN HEE’S POV

Kudapati seluruh ruangan menatapku ketika aku membuka pintu. Apa ada yang salah dengan penampilanku? Ah ~ tidak.

Sesaat aku merasakan suatu aura aneh, dan ternyata benar dugaanku. Namja itu.. ada di sini.

Aku melihat sebentar ke arahnya. Lalu berpaling. Tidak. Aku tak mau menatapnya lebih lama lagi. Aku tak mau memiliki perasaan apapun untuknya.

***

Pesta hampir usai. Aku juga sudah mulai lelah. Tapi Hana bilang ia mau berbicara sebentar padaku. Mau tak mau, aku harus menunggunya.

Aku memutuskan untuk menunggu Hana di taman belakang.

Ah~ segarnya angin malam. Sangat nikmat saat angin itu menyentuh kulitku. Seperi bulu bulu halus yang tak tampak. Menerbangkan anak anak rambutku. Membuatku nyaman dengan buaian angin itu

Lagi lagi aku terpikir soal namja itu..

Kyuhyun.. Cho Kyuhyun. Kenapa namja itu aneh sekali?

Waktu itu ia menolaku habis habisan. Bersikap ketus padaku. Bahkan membiarkanku menunggunya seperti orang bodoh di tengah tengah hujan.

Tapi sekarang? Ia seolah ingin menariku kembali menatapnya. Apa ia memang sengaja ingin mempermainkanku???

Rasanya ingatanku akan namja itu sulit dihilangkan..

Semuanya bagaikan rentetan film dan berputar dikepalaku.

Namja itu dengan sifat ketusnya, ketidak pedulianya, saat dia menolakku dan membiarkan aku menunggu dalam hujan.

Tunggu. Membiarkanku? Apa benar ia membiarkanku begitu saja? Jika ia memang membiarkanku, mengapa tatapanya begitu.. sedih?

Sekali lagi aku menikmati angin malam. Kubiarkan mataku terpejam dan aku tenggelam dalam pikiranku. Lalu kurasakan seseorang ada di sampingku. Sesaat aku berpikir, apakah ini hanya imajinasi?

Aku membuka mata untuk memastikan, dan seketika itu juga, aku menatapnya. Namja itu. Namja yang menyita perhatianku, pikiranku, hatiku.

“Mau apa kau kesini?” tanyaku ketus.

“Apakah tempat ini hanya milikmu?” jawabnya dengan nada cuek.

“tidak. Kalau begitu aku pergi. Permisi” Ujarku menyingkir.

Baru saja aku hendak berjalan pergi ketika kurasakan jari jemarinya menahanku untuk pergi.

“Jangan pergi. Jangan menjauh dariku. Tetaplah disini.. Kumohon, Min Hee..” ujarnya dengan suara gemetar..

Namja ini.. Sebenarnya mau apa?

***

KYUHYUN’S POV

Aku merangkul erat pinggangnya, menahanya untuk pergi. Tidak, aku tak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya.

“Jangan pergi. Jangan menjauh dariku. Tetaplah disini.. Kumohon, Min Hee..” ujarku dengan suara gemetar menahan emosiku.

Ia menatapku sesaat dengan bingung. Aku tahu. Ia berpikir seolah olah aku mempermainkanya.

“Maafkan aku waktu itu tidak datang, aku tidak bermaksud untuk tidak datang aku hanya..” aku belum sempat menuntaskan apa yang ingin aku bicarakan. Dia sudah memotong perkataanku duluan.

“Kau hanya terlalu mengingat mantanmu. Benar ?” ujarnya memotong perkataanku.

“Tidak. Aku.. Waktu itu aku melihat temanku menangis di taman..” ujarku. Lalu aku menceritakan semuanya. Kejadian hari itu. Ia mengangguk dan seolah mengerti perkataanku. Lalu tersenyum tipis.

“Jadi apa kau memaafkanku?” tanyaku sembari menatap ke manik matanya. Indah. Benar benar indah.

“Iya. Aku memaafkanmu.” Jawabnya singkat.

Ia memaafkanku? Ketika mendengar perkataan itu, rasanya aku memiliki seluruh dunia di tanganku.

“Hei, boleh aku tahu siapa mantanmu itu?” tanyanya padaku.

“Hana” jawabku singkat padanya. Sesaat ia terkejut, lalu muncul rasa tak rela di matanya. Aku tahu apa yang dia pikirkan.

“Kau tak perlu khawatir soal Hana, Min Hee. Perasaanku padanya sudah tak bersisa. Lagipula sekarang ia sudah memiliki Hyungku. Aku sudah merelakanya. Dan sekarang aku sudah memiliki calon istriku sendiri” ujarku padanya sembari menatapnya.

Ia membelalakkan matanya yang besar, seolah terkejut mendengar perkataanku.

Angin bertiup menghembus perlahan. Kuamati anak anak rambutnya yang berterbangan berantakan. Membuat yeoja itu menjadi semakin cantik.

Aku tidak lagi dapat mengontrol pikiranku. Aku meraih pinggangnya, dan kemudian menatapnya lekat lekat ke manik matanya. Aku merangkulnya semakin erat, seolah meluluhkan batas di antara kami. Aku meraih tengkuknya, dan mengecup bibirnya perlahan, menikmati ciuman itu. Malam itu bulan sedang utuh, dan menjadi saksi hati kami berdua.

“Saranghae..” bisikku di telinganya lembut.

Ia menggeliat geli. Dan kedua pipinya bersemu merah. Ah~ lucunya yeoja ini. Ujarku sembari mengulum senyum.

Aku merangkul lagi pinggangnya dan menciumnya sekali lagi.

“Hey kau belum menjawab perkataanku..” Ujarku padanya.

“Apa ada yang perlu kujawab?” tanya Min Hee kepadaku.

“Kau ini. Apa kau pikir aku ini seorang pembaca pikiran??”

“Tak perlu untuk menjadi seorang pembaca pikiran untuk mengetahui pikiranku. Semua orang juga bisa. Jawabanya sudah jelas,..” jawabnya menatap ke manik mataku.

Aku tak bisa menjawabnya.. Aku tahu sekarang, perasaanku tak bertepuk sebelah tangan.

Malam itu di bawah sinar bulan yang remang remang, dengan di temani hembusan angin, aku hendak mengikatnya kepadaku seumur hidup..

“Be my bride?” tanyaku menatapnya.

Ia menatap sebentar kedalam mataku. Melingkarkan tanganya di leherku, dan membisikan sebuah jawaban, yang membuatku merasa bahwa hidupku akan lebih indah.

Yes..”

Selamanya, aku tahu kita akan bersama. Sekalipun kita terpisah sejauh apapun, saat tiba waktunya, dengan cara apapun, kita akan berjumpa. 

***

Finish!! part 2 ini ending..

aduuh buat ini agak ngebut. Ehh iya maaf kalo ffnya singkat.. namanya juga newbie hwhwhwhw

dimohon komenya yaa akan kurang2nya!! 🙂

Gomawoo ~~

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on June 1, 2011 in Romance

 

One response to “KyuMin couple story : Love is you PART 2 (END)

  1. Hwang KM

    June 1, 2011 at 5:36 pm

    hmmm…. comment apa ya? haha, ga tau mau ngomong apa… bagus kok 😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: