RSS

HanEun couple: Love Storm (Part 1)

author: blue9-2 (Lee Eun Mi ^_^)

Eun Mi’s POV

Malam ini terasa sangat dingin, wajar saja, karena sekarang memang sedang turun salju. Kutatap jalanan di depanku yang terlihat sepi. Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi, aku tidak bisa pulang, atau lebih tepatnya, aku tidak mau pulang. Kedua orang tuaku sedang marah besar padaku, karena kesalahan ‘kecil’ yang kulakukan. Yah, memang sebenarnya aku yang salah, tapi mereka tak perlu membentakku seolah tak menghargai aku lagi. Aku menggigil, udara terasa semakin dingin, dan aku hanya memakai seragamku, tanpa jaket atau baju penghangat apapun. Tak ada yang bisa kulakukan lagi sekarang, pulang pun percuma, pasti dimarahi lagi, jadi aku hanya duduk di taman ini, entah sampai kapan. Tiba-tiba sebuah jaket menyelimutiku, aku langsung menoleh ke samping, menatap seorang namja yang berdiri di situ. Wajahnya tidak terlihat jelas karena di situ agak gelap, hanya ada cahaya remang-remang dari lampu jalan yang letaknya agak jauh dari taman tempat aku duduk.

“Sedang apa kamu di sini? Ini sudah larut malam, tak baik berkeliaran tengah malam, apalagi murid SMA sepertimu,” katanya menceramahiku.

“Berisik,” jawabku ketus.

Sekarang namja itu malah duduk di sampingku, lalu menatapku bingung.

“Kamu kenapa?” tanyanya.

“Bukan urusanmu,” lagi-lagi kutanggapi dia dengan dingin. Aku melirik sedikit, bermaksud melihat wajahnya yang sudah terlihat jelas. Ah, ternyata dia tampan juga, sayangnya dia terlalu sok kenal.

“Oppa sendiri, ngapain peduli sama aku?” aku balas bertanya, aku memanggilnya oppa karena tahu dia lebih tua dariku, mungkin sekitar 5-6 tahunan.

“Ada yeoja yang duduk di sini, malam-malam, dengan wajah sendu, gimana mau dicuekin. Bukankah sikapku itu bagus?” jawabnya.

“Oppa kan nggak kenal aku,” kataku, merasa tidak mau kalah.

“Kenal atau pun nggak kenal, kalau ada yang sedang punya masalah, ya dibantu,” ia juga tidak mau kalah.

“Tahu dari mana aku ada masalah?” kutanya lagi.

“Wajahmu,” jawabnya.

Kesunyian kembali menyelimuti suasana, aku juga tidak mau memulai pembicaraan duluan, jadi aku diam.

“Pulang sana,” perintahnya, diikuti gelengan kepalaku.

“Kenapa?” tanyanya dengan nada khawatir. “Nanti kamu sakit kalau di sini terus,”

Aku tidak mengatakan apa-apa, suaraku seolah tak bisa keluar, mataku terasa berat, bukan karena mengantuk, tapi karena menahan air mata. Namja itu merangkulku dan meletakkan kepalaku di bahunya, seolah tahu apa yang kutahan, dan seketika itu juga, air mataku tumpah.

Hankyung’s POV

Aku tidak mengerti kenapa yeoja ini menangis, dia tidak cerita apa-apa. Yah, wajar saja, karena dia tidak mengenalku, sepertinya dia bukan tipe yang mudah percaya pada orang yang baru ditemuinya. Kubiarkan dia menangis sepuasnya.

“Kalau mau nangis jangan ditahan,” kataku pelan di sela-sela tangisan yeoja itu.

Aku menatapnya kasihan, sepertinya dia ada masalah berat. Kuurungkan niat untuk bertanya padanya, takut membuatnya tambah sedih. Setelah tangisannya mulai berhenti, ia bercerita, kupikir ada apa, ternyata dia ada masalah dengan orang tuanya, memang bagi anak SMA, masalah dengan orang tua serasa seperti dunia akan kiamat, apalagi kalau orang tua memarahi kita habis-habisan, aku juga pernah mengalaminya. Aku hanya diam mendengarkan ceritanya sampai selesai.

“Gomawo, oppa,” katanya sambil sedikit menunduk.

“Untuk apa?” tanyaku bingung.

“Karena sudah mau mendengar ceritaku. Aneh, biasanya aku nggak bisa cerita ke orang yang baru kukenal seperti ini, tapi entah kenapa, rasanya aku percaya pada oppa,” katanya sambil sedikit tersenyum.

“Auraku memang bagus,” candaku sambil tersenyum.

Kulihat dia agak sedikit terpana melihat senyumanku. Ternyata, memang senyumku sangat menawan ya? 😀

Eun Mi’s POV

Namja ini manis, manis sekali. Dia juga baik dan sabar. Jarang sekali kutemui orang seperti ini. Ternyata aku salah menilainya, dia bukannya sok kenal, tapi bermaksud baik padaku, aku jadi merasa sedikit bersalah karena sudah berprasangka buruk tentangnya.

“Sekarang aku harus gimana?” tanyaku meminta pendapat.

“Hmm… Kurasa sebaiknya kamu pulang, minta maaf. Tak ada orang tua yang tidak bisa memaafkan anaknya, asal kamu minta maaf dengan tulus, dan berjanji tak mengulanginya lagi, aku yakin kamu pasti dimaafkan,” dia mulai ceramah seolah dia tahu segalanya lagi, tapi biarlah.

Aku mengangguk pelan.

“Oh iya, aku Lee Eun Mi,” kataku memperkenalkan diri. “Oppa?”

“Hankyung,” jawabnya singkat.

Kami mengobrol lagi sebentar, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang.

“Sekali lagi, gomawo,” kataku sambil membungkuk. Aku melepas jaketnya yang tadi dipinjamkan padaku, lalu memberikan jaket itu padanya. Ia menerima jaketnya sambil tersenyum lagi. Ah, aku benar-benar tak tahan melihat senyumannya yang amat manis. Setelah mengaguminya sebentar, aku berjalan pergi sambil melambai padanya. Dari jauh, aku membungkuk sekali lagi. Ia hanya mengangguk melihat tingkahku. Lalu aku berjalan pulang.

Di rumah, kulihat kedua orang tuaku sudah siap memarahiku, karena aku pulang begitu malam. Tapi, sebelum mereka sempat mengatakan apa-apa, aku langsung bicara panjang lebar, sebagian besar berisi permintaan maaf, sambil menangis, aku memang cengeng. Kedua orang tuaku menatapku, bingung dengan kelakuanku. Lalu mereka mengelus kepalaku dengan lembut, sambil berkata bahwa mereka sudah memaafkanku. Aku menghela napas lega, ternyata sarannya tidak salah. Gomawo, Hankyung oppa.

Esoknya di sekolah…

Seharian di kelas aku hanya bengong tanpa memperhatikan pelajaran, entah kenapa aku malah memikirkan Hankyung.

“Ya! Lee Eun Mi! Kenapa kau ini? Dari tadi bengong aja,” teriak seseorang sangat keras yang tak lain adalah Park Sun Hee.

“Hm? Aku nggak apa-apa,” jawabku santai. “Hanya saja…”

“Hanya saja apa?” tanyanya penasaran.

“Ada seseorang yang terus ada dalam pikiranku,” jawabku jujur.

“Oh ya? Namja?” ia makin semangat, apalagi setelah melihat aku mengangguk pelan.

“Sebenarnya aku baru mengenalnya, tapi…” aku mulai cerita.

“Kau suka padanya?” Tanya Sun Hee antusias.

PLETAK! Sebuah jitakanku mendarat mulus di atas kepalanya.

“Ya nggak lah! Kau gila! Baru juga kenal. Bukannya suka, aku hanya, mungkin sedikit tertarik,” kataku sambil sedikit tersenyum, membayangkan wajah Hankyung yang memang tak bisa kulupakan. Sun Hee hanya mengangguk-angguk mendengar ceritaku.

“Seperti apa orangnya?” tanyanya lagi.

“Hm… Yang pasti dia lebih tua dariku, mungkin sekitar 5 tahunan. Dia sangat baik dan ramah, juga peduli pada orang lain, walau dia belum kenal aku, dia sudah perhatian dan baik padaku. Wajahnya, tak usah kusebut pasti kau juga tahu, dia sangat tampan, kalau tersenyum terlihat amat manis,” aku mendeskripsikan Hankyung, kurasa mukaku sudah memerah sekarang.

“Wah, jadi penasaran,” balas Sun Hee sambil tertawa.

Pulang sekolah, aku berjalan keluar bersama Sun Hee, dan di depan gerbang sekolahku, kulihat seseorang yang sangat kukenal, dan sangat ingin kutemui, Hankyung.

“Oppa! Ngapain di sini?” tanyaku bingung. Belum sempat dia berkata apa-apa, kutarik dia agak menjauh dari gerbang sekolahku, aku merasa tak ingin ada yeoja lain yang melihatnya.

“Ini, ketinggalan,” katanya sambil menyerahkan sebuah notes, namaku tertera di atasnya.

“Wah! Pantas saja kucari nggak ketemu, gomawo,” kataku sambil menerima notes itu.

Ia tersenyum kecil, dan itu sudah cukup untuk membuatku terpana.

“Kenapa?” ia bingung melihatku bengong.

“Ah, nggak apa-apa. Dari mana oppa tahu sekolahku?” tanyaku.

“Di halaman paling depan notes itu ada nama sekolahmu. Maaf kubuka, habis aku tak tahu mesti ke mana menyerahkan ini, tapi aku tak baca apa-apa,” akunya jujur.

“Nggak apa-apa kok, nggak ada sesuatu yang rahasia di notes ini, hanya agenda sekolah,” balasku, supaya ia tak merasa bersalah.

“Ya! Eun Mi! Enak sekali kau meninggalkanku!” protes Sun Hee tiba-tiba, huh, dasar perusak suasana.

Sun Hee menatap Hankyung sebentar, lalu bengong, sama sepertiku tadi.

“Aaaa… Park Sun Hee imnida. Aku teman sekelas Eun Mi,”katanya pada Hankyung.

“Hankyung imnida,” balasnya.

Sun Hee menarikku menjauh sedikit.

“Oh, jadi dia yang tadi kau bicarakan?” tanyanya. Aku mengangguk. “Pantas! Memang, dia tampan sekali! Nggak heran kau bisa suka padanya,”

“Sudah kubilang, aku bukannya suka, hanya tertarik!” protesku.

“Sama sajalah,” balasnya.

“Beda!” aku makin nggak terima.

Aku malas berdebat dengan Sun Hee, jadi aku memutuskan untuk mendekati Hankyung lagi.

“Oppa nggak kuliah?” tanyaku.

“Sudah lulus, tinggal cari kerja,” katanya menjelaskan.

Aku diam, tak tahu apa lagi yang harus dibicarakan.

“Hankyung oppa, apa pendapatmu tentang Eun Mi?” Tanya Sun Hee nekat. Aku melotot padanya.

“Dia gadis yang baik, menarik, dan…” jawab Hankyung.

“Dan?” tanyaku penasaran.

“Sedikit galak,” lanjutnya, lalu ia tertawa. Aku hanya cemberut mendengar kelanjutan pendapatnya.

“Jadi oppa nggak suka aku?” tanyaku. Ah, aku merasa jadi nekat sekarang, bertanya begitu sama saja mengatakan kalau aku mau dia suka padaku.

“Suka… dalam arti apa?” tanyanya, entah kenapa ia terlihat sedikit salah tingkah.

“Suka sebagai teman, begitu maksudku,” aku menjelaskan.

“Oh, suka kok,” jawabnya. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain, berusaha menutupi ekspresinya.

“Ah! Aku baru ingat, ada urusan, duluan ya Eun Mi, Hankyung oppa,” kata Sun Hee tiba-tiba. Aku menatapnya bingung. Ia mengedipkan matanya, hingga aku tahu dia bermaksud memberi kesempatan aku berdua dengan Hankyung. Aku hanya tersenyum sambil mengucapkan ‘gomawo’ tanpa suara.

“Jalan yuk,” ajak Hankyung tiba-tiba. “Nggak ada kerjaan kan?”

“Boleh, aku nganggur kok, asal nggak pulang kemalaman, sebentar, aku kabari orang tuaku dulu, nanti mereka khawatir,” aku mengeluarkan HP ku dari tas, meng-SMS eomma ku, lalu memasukkan HP ke dalam tas lagi.

Kami berjalan ke taman dekat sekolahku, ternyata Hankyung memarkir motornya di situ. Ia memberi helm padaku, lalu naik ke atas motor.

“Sebentar, boleh pulang ke rumahku dulu nggak? Susah pakai rok begini,” kataku. Hankyung mengangguk.

Setelah mengganti seragamku dengan baju santai, aku keluar rumah lagi. Eomma bingung melihatku pulang, padahal tadi aku bilang mau pergi lagi. Untung ia tidak memperpanjang interogasinya, ia hanya tahu aku pergi dengan teman. Aku naik ke motor.

“Pegangan,” kata Hankyung memperingati. “Jatuh aku nggak tanggung jawab,” candanya.

Aku bingung harus pegangan bagaimana, tidak mungkin kupeluk dia kan? Tapi sepertinya tak ada cara lain, kulingkarkan kedua lenganku ke pinggangnya dengan erat, jantungku sudah berdebar kencang. Ah, masa sih aku benar-benar jatuh cinta padanya?

Hankyung menjalankan motornya, padahal aku masih sedikit melamun. Ia tidak mengendarai motornya terlalu kencang, mungkin ia takut aku berteriak dan minta pulang kalau dia ngebut, memang sih, aku tidak begitu suka kebut-kebutan.

Hankyung’s POV

Aku tidak ngebut mengendarai motor, sepertinya Eun Mi tidak suka kalau terlalu kencang dan memang pada dasarnya aku tidak suka ngebut, apalagi di posisi seperti sekarang ini. Dia memelukku, aku tahu maksudnya adalah pegangan agar ia tidak jatuh, tapi tetap saja, membuatku sedikit canggung. Kenapa aku jadi seperti ini? Aku juga tidak tahu, mungkinkah aku suka padanya? Tadi ketika ia menanyakan aku suka padanya atau tidak, aku merasa mukaku hampir meledak. Apa ia ingin aku menyukainya? Aku sendiri juga tidak tahu. Ia gadis yang unik, membuatku penasaran akan sifatnya, dan membuatku tertarik, kurasa aku bisa suka padanya. Motorku kuparkir di sebuah tempat parkir motor yang terletak di sebuah apartemen yang lumayan besar, tapi tidak terlalu mewah.

“Ini di mana?” Tanya Eun Mi.

“Apartemen, aku tinggal di sini,” jawabku.

Kulihat ia menutup mulutnya agar tidak teriak.

“Hei! Jangan berpikir macam-macam, aku hanya mau memberikan sesuatu padamu,” aku agak panik, karena tahu ia sudah berpikir macam-macam.

Kami naik dengan lift ke lantai 3, dan berhenti di depan pintu rumahku. Apartemen ini lumayan bagus, tapi tidak mahal, lokasinya juga strategis. Aku membuka pintunya dengan kartu yang kubawa, aku sudah melangkah masuk, tapi kulihat Eun Mi masih terpaku di depan.

“Tidak berani? Sudahlah, aku nggak bakal ngapa-ngapain kok, kamu takut amat,” aku berusaha meyakinkannya. “Ya sudah, tunggu di situ,” kataku pasrah karena ia masih diam.

Akhirnya ia masuk juga, mukanya masih terlihat cemas, aku hanya tersenyum kecil melihat ekspresinya yang lucu seperti itu.

“Nggak pernah masuk apartemen cowok ya?” tanyaku memastikan. Ia mengangguk. “Pantas,” kataku lagi.

“Duduk saja dulu, aku ke kamar. Atau mau ikut?” aku sedikit iseng padanya.

“Nggak!” jawabnya tegas. Lalu ia duduk di sofa depan TV. Aku masuk ke kamar, mencari barang yang ingin kuberikan padanya. Sambil mencari, aku berpikir, kenapa aku bisa mau memberikan itu padanya? Sekitar 15 menit aku mencari, tapi tidak kutemukan. Aneh, padahal seingatku tadi kuletakkan di sini.

“Oppa,” panggil Eun Mi, ia melongok sedikit ke dalam.

“Hmm?” tanyaku sambil masih mencari barang itu dalam laci mejaku.

Ia tidak mengatakan apa-apa, aku juga tidak melihat wajahnya karena sibuk mencari. Tiba-tiba kurasakan ia memelukku dari belakang, lengannya merangkul pundak dan leherku. Aku diam, bingung karena dia tiba-tiba seperti itu.

“Aku lapar,” katanya lagi.

Gubrak! Kupikir dia kenapa. Dia melepas pelukannya, ternyata dia cuma iseng, tapi keisengannya cukup membuat mukaku panas.

“Hehe, mianhae,” katanya sambil nyengir.

Pletak! Jitakan pelan kuberikan padanya.

“Dasar, kupikir ada apa,” kataku dengan nada kesal, padahal, kalau boleh jujur, aku tidak masalah dia terus berada pada posisi tadi, tanpa melepas pelukannya. Ah, babo! Apa yang kupikirkan? Masa sih aku benar-benar…. Suka?

To be continued

—————————————-

Ya~ ini adalah part 1 dari ff yang kubuat 🙂 ini pertama kalinya aku menulis ff di blog seperti ini, jadi, comment kalian sangat berharga untuk memperbaiki kesalahanku. Mianhae kalau ceritanya agak kelamaan, atau ada kesalahan kata, dll. Aku akan berusaha memperbaiki kesalahanku, itulah sebabnya aku butuh comment2 kalian para pembaca! part 2 akan secepatnya kutulis, semoga kalian suka yaa!! 🙂

Love,

Lee Eun Mi

Author

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on May 29, 2011 in Romance

 

HanMi couple story : My beloved bodyguard PART 1

Take me to your place
Where our hearts belong together
I will follow you
You’re the reason that I breathe
– You are my Everything

KyungMi’s POV

Ah.. ternyata menjadi mahasiswa baru di China tidaklah mudah, siswa siswi lainya di sini begitu dingin. Aku merasa di acuhkan, dan hal itu justru membuatku tidak betah tinggal di sini. Di tambah lagi, aku tidak begitu fasih berbahasa mandarin yang membuatku harus menerima kenyataan, aku hanya bisa memakan dumpling di sini.

Banyak orang berkata pemilik kedai dumpling ini sangat tampan. Membuatmu akan rela memutar lehermu 360 derajat dalam rangka ingin menatap wajahnya. Setampan itukah?

“BRAKK!”

“ Apakah kau baik baik saja?” ujar seorang pria dengan sopan. Aku menengadahkan kepalaku, menatap wajahnya, dan……….DEG!! Oh Tuhan, putra dewa zeus. Demi janggut Hades. Dia SANGAT TAMPAN.

“nona?” tanyannya sambil mengernyitkan dahi.

“ah.. iya aku baik baik saja.” Jawabku sambil tersenyum. Aku melihat kearah wajahnya, dan.. kembali terpana.

~ ~ ~

Aku mengeluarkan Hp dari sakuku, dan mendapati sebuah nomor tertera di layarnya. Nomor Kakakku, Hwang Kwang Sun.

“yeoboseo? Ada apa?”

“ Kyung Mi ah ~ besok aku dan papa mama akan ke China. Apa kau masih baik2 saja?”

“ tentu saja. Kenapa?”

“temanku berkata, ia membuka sebuah kedai dumpling dan akan mengundangku bersama keluarga di sana. Ia juga meminta untuk berkenalan denganmu. Dan menawarkanmu tinggal di rumahnya. Lumayan kupikir ia bisa membantu kami menjagamu selama kau di sana, agak kami lebih tenang”

“ mwo?? Tinggal di rumahnya? Oppa aku bukan anak kecil lagi.. Kalian terlalu over protective. Dan bukankah lebih tidak aman aku tinggal bersama seorang namja?? ” ujarku menolak. Aku tidak suka di perlakukan layaknya anak kecil.

Kyung Mi ah~ kau itu anak gadis. Kami tentu saja khawatir, apalagi kau adikku satu satunya. Aku percaya padanya. Bersiaplah besok. Setelah kami tiba di China, kami akan menjemputmu dan membawamu ke tempatnya”

“Ah ya sudah, terserah kau saja lah!” ujarku mendengus kesal. Kenapa mereka tidak bisa mempercayaiku?? Menganggapku anak kecil yang akan hilang jika tak dijaga??

Hankyung’s POV

Kemarin aku mendengar cerita dari Kwang Sun bahwa adiknya bersekolah di Negara ini. Aku tahu Kwang Sun sangan menyayangi adiknya yang satu itu. Maka aku menawarkan kepadanya untuk menjaga adiknya dengan membiarkanya tinggal di tempatku. Waktu kecil, kalau tidak salah, aku pernah melihat adiknya. Dan dia sangat manis.. Aku penasaran seperti apa dia sekarang.

Tiba tiba HP ku berdering. Rupanya Kwang Sun.

“yeoboseo? Ah Kwang sun ah, ada apa?”

“ Hankyung, adikku yang satu ini sangat keras kepala. Dia bandel dan sangat sulit di beri tahu. Dia tak suka di jaga. Apa tidak apa apa bagimu dia tinggal di rumahmu?”

“ tentu saja. Hahaha. Kwang sun ah, sepertinya dia memang mirip kamu jika keras kepala begitu”

“Hankyung, aku serius. Apa tidak apa apa? Kau tahu dia sangat tidak menyenangkan. Kalau dia memang merepotkanmu, lebih baik kau bilang saja”

“Tentu saja. Kau jangan khawatir. Percayalah padaku.”

“Ah~ baiklah. Terimakasih ya. Aku percaya kepadamu”

Kami mengakhiri pembicaraan kami. Aku kembali memikirkanya. Seperti apa gadis itu? Pasti akan sangat menarik tinggal serumah dengan seorang gadis sepertinya. Karena sepertinya, kepribadian gadis itu… mirip dengan Kwang Sun.

~ ~ ~

KyungMi’s POV

Sore ini oppa, appa ,dan eomma ku tiba di sini. Rasanya tak sabar. Aku memang sangat merindukan mereka. Ahh~ memang aku manja.  Aku menunggu sambil termenung. Membayangkan namja yang kutabrak di kedai itu.

“Aigoo.. Kyung Mi ah~” seru sebuah suara yang sangat kurindukan, suara eommaku, malaikatku. Pelindungku. Tanpa basa basi aku langsung memeluknya.

“Eomma!! Aku merindukanmu~” ujarku dengan suara manja.

“Kyung Mi , apakah kau baik baik saja? Kau makan dengan benar kan? Tidak ada namja yang mengganggumu kan?” ujar Appaku menanyaiku bertubi- tubi

“Appa, kau ini baru datang malah menginterogasiku. Tenang sajalah Appa. Aku bisa di percaya”

“Yak! Sudah dulu sesi kangen kangenanya. Hankyung sudah menunggu. Jangan membuatnya menunggu lebih lama lagi!” ujar Kwang Sun melerai aku dan ibuku yang sedang berpelukan.

Ah dasar! Kakakku yang satu ini. Sifatnya tak berubah juga.

~ ~ ~

“Silakan masuk” ujar seorang pelayan berpakaian tradisional menyapa kami.

Tunggu! Ini kan….. kedai yang biasa kudatangi??

“Oppa, kau yakin ini kedainya??” tanyaku

“yap. Ini kedai milik Hankyung, temanku”

Astaga! Jangan bilang Hankyung itu……… Namja tampan yang kemarin ku tabrak?!! Demi janggut Hades! Bisa bisa aku tak selamat kalau harus tinggal satu atap denganya!

Seorang pelayan mempersilakan kami masuk dan mengantar kami ke sebuah ruangan. Tepat saat pintu ruangan itu terbuka… Deg!! Mataku kembali terpaku. Apakah Hankyung itu jelmaan dewa zeus? Bagaimana wajahnya bisa begitu tampan??

“tampan ya?” bisik kakakku menggodaku. Aku tersadar dari lamunanku. Benar, dia itu.. sangat tampan.

“Mari duduk” ujarnya mempersilakan kami duduk. Dia menatap wajahku sesaat….”Oh, kau adiknya Kwang Sun? kau, yeoja yang kemarin itu kan?”

“Ah ~ iya. Maaf kemarin menabrakmu” ujarku malu malu

“ Ah~ tak apa apa” jawabnya singkat diiringi sebuah senyuman. Tampan. Namja ini benar benar tampan.

~ ~ ~

Makan bersama ini berlangsung sangat lancar. Kakakku banyak bercerita. Begitu juga Hankyung. Sepertinya memang benar bahwa mereka sangat dekat. Kalau begitu, kenapa tidak dari dulu saja kakakku itu memperkenalkan aku denganya?? Dasar.

“Ah~ hankyung ssi. Terimakasih untuk undangan makanya, dan tawaran baikmu untuk menjaga adikku ini. Maaf jika dia sedikit merepotkan” ujar kakakku sembari menyenggol rusuku.

“Yak! Oppa!” ujarku tak terima. Merepotkan, eh?? Aku tidak merepotkan!

“tak apa apa. Kelihatanya kau mirip sekali dengan kakakmu nona. Siapa namamu?” tanyanya sopan.

“Kyung Mi, Hwang Kyung Mi..” jawabku.

“Lihat ! pipinya memerah. Wah, Hankyung ssi. Kau hati hati saja. Dia tipe gadis yang berpotensi menyerangmu bila dia mau!” ujar kakakku sembari menunjuk pipiku. Kakakku ini..!

“PLETAKK”

“Yak!! Kyung Mi!! Appo!!” jeritnya di telingaku. Aku mengacuhkanya.

Aku mengantar mereka keluar.. Memberi salam.

“KyungMi ah~ kau harus baik baik pada Hankyung. Jangan merepotkanya. Makan yang baik dan tidur yang cukup” ujar eommaku memberi nasihat.

“ya, eomma tenang saja”

“Kyung Mi ah.. Katakan pada Appa jika ada yang mengganggumu” ujar appa sembari memelukku.

“ ya, Appa “

“Kami pulang dulu, Hankyung ssi. Kami titipkan putrid kami” ujar eommaku padanya. Ia hanya mengangguk.

Setelah itu appa , dan eomma pergi bersama kakakku. Menatap mereka menjauh.. hingga hilang.

“KyungMi ssi, kau tidak mau masuk?” ujarnya menyadarkanku.

“Oh.. baiklah” jawabku singkat.

Aku mengikutinya masuk. Dia mengantarku menuju kamarku.

“Kyung Mi ssi, disini kamarmu. Bila ada yang tak nyaman. Kau dapat mengatakanya padaku.” Ujarnya mempersilakanku masuk.

Kamar ini,, indah sekali. Diakah yang mendesainya? Luar biasa. Dia tidak hanya tampan, tapi juga cerdas dan berselera tinggi.

~ ~ ~

Sudah satu minggu aku tinggal di rumahnya. Setiap hari, otakku di penuhi pikiran yang mengharapkan sesuatu………… Tidak! Tidak boleh. Gila. Dan lebih gila lagi! Hari ini hari libur!! Aku hanya bersamanya, di rumahnya.. berdua..T^T Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

“Kyung Mi ssi. Ada apa?” tanyanya padaku. Dia sepertinya menyadari ekspresi tidak beres di wajahku.

“ahh~ tidak ada apa apa” jawabku singkat. Aku meneguk teh yang sedari tadi  ku aduk aduk. Dan….BRRUSTT!!

“Kyung Mi ssi. Sepertinya kau tidak baik baik saja? Apa kau sakit?” tanyanya sekali lagi.

“Tidak. Tidak apa apa” jawabku

“Sedari tadi aku melihatmu melamun, dan memasukkan bubuk merica di teh mu. Apa ada masalah?” tanyanya sambil menatap lurus ke manik mataku. Astagaaa..! dia sangat tampan. Sekarang aku tak hanya menyukai wajahnya. Tapi juga matanya!

“Kyung Mi ssi. Sepertinya kau memang sedang tak ingin bercerita. Aku memiliki film bagus untuk di tonton. Mungkin kau mau menontonya bersamaku?” tanyanya.

Tanpa ragu ragu aku menganggukan kepala. aku mengikutinya berjalan menuju kamarnya, dan duduk di sampingnya.

~ ~ ~

Sudah hampir 4 DVD kami tonton. Aku mulai merasa mengantuk. Karena memang mengantuk aku memejamkan mataku. Sambil memejam aku berharap, dan berkhayal seandainya dia ini adalah…….. Tidak! Ah memejamkan mata hanya membuatku berpikir semakin aneh saja!

“Kyung Mi ssi? Kau tertidur?” tanyanya.

Aku terdiam. Tak menjawab pertanyaanya. Aku terus memejamkan mata. Takut ketika aku membuka mata, aku justru tak tahan menatapnya.

“Kyung Mi ssi..?” ia bertanya sekali lagi. Dan tepat saat itu juga, aku merasakan sesuatu lembut menyentuh bibirku.

“““`

hello..! Cerita ini di buat dalam rangka menuntaskan request temanku, dan.. belom selesai, mau tau dulu reaksinya! kalo memang mau, ya di lanjutkan, tapi kalo nggak mau, ya sudah 🙂

udah dulu ya, Gomawo yang udah mampirr ~~~ ^^

-Hana

 
6 Comments

Posted by on May 29, 2011 in Romance

 

You Are MINE

Hana’s POV

Sore itu terasa seangat membosankan. Tidak ada lagi kegiatan yang kulakukan. Ulangan umum telah berakhir. Dan semuanya terasa sangat membosankan. Di satu sisi aku merasa bebas. Di sisi yang lain aku ingin mencari kesibukan. Maka aku memilih untuk berjalan jalan di taman.

Di sini begitu banyak pasangan yang hilir mudik bergandengan tangan. Membuatku iri saja. T^T

Bukan karena aku belum punya pacar. Melainkan pacarku sangat sibuk sehingga tak dapat menemaniku. Padahal aku benar benar sedang bosan.

Aku tangah asyik melamun ketika sebuah suara memanggilku

“ permisi miss, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanya namja itu dengan senyumnya. Astagaaaa,,, senyumnya.. indah sekali. Sepasang lesung pipi menghiasi wajahnya yang memasng sudah super duper tampan. Aku yakin jika kau melihatnya, kau akan mengaguminya, sama seperti aku saat ini.

“miss?” tanyanya sekali lagi. Sekali lagi aku tersadar dari lamunaku…tentangnya.

“oh tentu saja, silakan” jawabku dengan senyum termanis yang kupunya. Berharap namja itu akan tertarik denganku.

Aku mencuri pandang ke arahnya. Melihat dan berpikir, sempurna sekali namja ini.. tubuhnya kekar, hidungnya mancung sempurna, bibirnya mungil dan sepasang lesung pipi mnghiasi senyumnya.

“maaf, jika boleh tahu, siapa namamu?” tanya nama itu sopan kepadaku

“ ehm.. Hana. Park Hana” jawabku singkat “ dan kau?”

“oh.. Choi Siwon” ujarnya sembari tersenyum. Dia… manis sekali.

Siwon’s POV

Sore ini aku bosan, dan memutuskan untuk berjalan jalan ke taman. Sesampainya ditaman, aku langsung mencoba untuk mencari tempat yang nyaman, mencoba untuk beristirahat di sana. Mataku langsung tertuju pada sebuah bangku panjang. Dan kudapati di situ seorang gadis duduk di atasnya. Gadis itu.. sangat cantik, eh?

“ permisi miss, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanyaku sopan. Aku menekankan kata miss karena aku bingung. Dia sepertinya bukan orang asli korea. Rambutnya coklat. Dan matanya besar berwarna abu abu.

“oh tentu saja, silakan” jawabnya mempersilakanku. Dia tersenyum. Sangat manis. Senyumnya membuat jantungku berdebar cepat. Darahku berdesir. Dia memang sangat menawan.

Aku merasakan seseorang memandangku. Sepertinya gadis itu tertarik juga denganku. Semoga saja begitu, karena aku tak mau perasaan ini hanya bertepuk sebelah tangan saja.

“maaf, jika boleh tahu.. siapa namamu?” tanyaku sesopan mungkin.

“eh.. hana. Park Hana” jawabnya singkat “ dan kau?” tanyanya kepadaku.

“oh.. Choi Siwon” ujarku singkat sembari tersenyum. Melihat mata abu abunya memandangku.. Darahku berdesir semakin cepat.

Hana’s POV

Entah setan apa yang merasukiku, aku tak bisa berhenti memikirkan namja yang minggu lalu aku temui di taman. Padahal mungkin saja namja itu mengingatkupun tidak. Namja itu, dalam sekali pertemuan, berhasil mencuri hatiku! Padahal selama ini begitu banyak namja tampan yang mencoba mengejarku, bahkan ku tolak mentah mentah. Aku memikirkanya.. senyumnya semuanya. Aku bahkan tak mengingat Kyuhyun sama sekali. Yang ada di otak ku hanya namja itu. Choi Siwon

“yak! Hana..!! sejak kapan kau punya kebiasaan jelek melamun?” ujar hyun Jae menyadarkanku. Ya, Kim Hyun Jae adalah temanku. Dia sangat baik dan cantik.

“Ah.. Hyun Jae~ , apa jatuh cinta itu rasanya seperti ini?” tanyaku padanya.

“ dengan kyuhyun? Wah hebat juga dia bisa membuat seorang Park Hana seperti ini. Hahaha. Dia memang sangat pas untukmu, Hana. Dia tampan, pintar dan kaya. Semua point plus ada padanya. Kau beruntung Hana” ujar Hyun Jae dengan senyum khas nya.

Aku tersentak kala Hyun Jae menyebutkan nama kyuhyun. Astaga, apa yang kulakukan? Aku berpikir mengenai namja lain sedangkan tentang pacarku tidak?

“ yak! Park Hana! Kau melamun lagi. Apakah itu sudah menjadi kebiasaanmu?!” ujarnya menyadarkanku.

“Hyun Jae ~a , bagaimana ini? Rasanya yang aku pikirkan bukan Kyuhyun..” jawabku dengan nada tak mengenakkan.

“mwo? Lalu siapa?” tanya hyun jae penasaran.

“ namanya.. Choi siwon.” Jawabku singkat

Siwon’s POV

Otaku tersa mau pecah. Bagaimana bisa aku terus memikirkan yeoja itu?? Hah. Padahal mungkin saja ia bahkan lupa bentuk wajahku. Ahh.. dia membuat otaku ini penuh dengan wajahnya. Dasar tak bertanggung jawab! Dimana aku harus menemuinya?

“hei , Hyung!” ujar sebuah suara memanggilku. Aku menengadah untuk mendapati asal suara itu.. ah~ rupanya Kyuhyun yang memanggilku.

“ada apa?” balasku singka.

“ sejak tadi kau melamun terus? Ada masalah?” tanyanya dengan mata menyelidik

“ tidak, hanya saja, aku merasa aneh. Bagaimana mungkin aku berpikir tentang yeoja yang hanya sekali saja aku temui?” jawabku dengan nada tak bersemangat

“mudah saja. Kau jatuh cinta dengan yeoja itu.” Ujar kyuhyun dengan mantap.

Mendengar jawaban dari kyuhyun aku terhenyak. Dia benar. Sepertinya aku jatuh cinta.

Kyuhyun’s POV

Aku bertemu Siwon hyung dan melihatnya melamun. Aku jadi penasaran yeoja macam apa yang menarik hatinya. Pasti sangatlah cantik dan menarik. Melihat Siwon hyung yang sampai seperti itu memikirkan yeoja itu, pasti yeoja itu sangatlah sempurna dimatanya.

Hatiku sangat senang ketika secara tak sengaja bertemu Hana. Ya dia adalah kekasihku.

“Hana~~ “ ujarku memanggilnya. Namun sepertinya ia tak dengar. Dia sama sekali tidak menjawabku. Matanya tertunduk melihat ke jalan. Sepertinya ia memikirkan sesuatu. Apa ya?

“ yak! Park Hana~ ”  panggilku mengulang. Ia melihat ke arahku. Terdiam sesaat, lalu menjawab

“ada apa?” jawabnya singkat

“kau marah padaku karena beberapa hari ini tidak bisa menemanimu bermain?” tanyaku

“tidak” ia kembali menjawab. Singkat. Sangat singkat, sampai membuatku heran. Biasanya ia sangat cerewet hingga membuatku sakit kepala.

“ ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanyaku sembari memegang dahinya.

Semburat kemerahan muncul di kedua pipinya yang chubby. Sangat manis. Tapi aku merasakan ada yang aneh denganya. Matanya. Matanya menerawang sangat jauh. Seolah olah melihat kje tempat yang tak terjangkau. Aku merasa.. sebentar lagi akan tiba, waktu untuk merelakanya pergi.

Hana’s POV

Aku berjalan sambil termenung. Memikirkan perkataan Hyun Jae sesaat sebelum pulang tadi: “lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Kau tau dia sangat mencintaimu. Tegakah kau meninggalkanya?”

Hyun jae benar. Seharusnya aku setia pada Kyuhyun. Dia sangat baik. Apa yang kurang darinya sehingga mampu membuatku berpaling pada seseorang yang bahkan baru sekali kutemui?

Lamunanku tersadar ketika seseorang memanggilku. Suara yang sangat kukenal. Dan juga sangat kutakuti saat ini. Suara Cho Kyuhyun.

“yak! Park Hana~” panggilnya.

“ada apa?” aku menjawab singkat. Berusaha menghindari tatapan matanya.

“kau marah padaku karena beberapa hari ini tidak bisa menemanimu bermain?” tanyanya kepadaku.

“tidak” jawabku singkat. Sekarang aku yakin dia akan bingung dengan perubahan perilakuku. Bukanya aku membencinya. Tidak, aku justru merasa bersalah kepadanya.

“ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanyanya sembari memegang dahiku.

Sekarang aku yakin pipiku akan memerah. Pipiku terasa sangat panas. Aku tak mampu menatapnya. Yeoja macam apa aku? Dia sangat baik, tapi aku malah akan segera menyakitinya. Aku malu…pada diriku sendiri.

Siwon’s POV

Sudah satu minggu lebih berlalu. Meskipun tidak bertemu dengan yeoja itu. Aku tetap memikirkanya. Rasanya otaku sudah di manipulasi oleh wajahnya. Tidak. Aku tidak boleh begitu. Kalau begini terus, lama lama pikiranku kacau dan akan berpengaruh pada karir bisnisku. Malam ini aku ada perjanjian makan malam dengan Kyuhyun dalam rangka bisnis. Aku harus berfokus pada itu. Lagipula, Ia juga berjanji akan mengenalkanku pada kekasihnya. Pasti gadis itu sangat cantik. Siapa tau melalui gadis itu, aku dapat menemukan yeoja lain yang lebih pantas mendampingiku ketimbang yeoja di otakku ini

Hana’s POV

“Hana , kau sudah siap belum?” tanya kyuhyun dari luar.

“sabar, sebentar lagi aki akan keluar” ujarku dengan nada sedikit tinggi.

“ah, kau ini lama sekali” jawabnya dengan singkat

Aku menatap cermin. Puas dengan penampilanku. Rambut coklatku ku biarkan tergerai. Sedangkan tubuhku hanya di balut dress selutut berwarna hitam dengan tali spaghetti. Wajahku di make up tipis, itu membuat penampilanku lebih menarik.

Saat aku keluar, Kyuhyun terpaku menatapku.

“astaga.. kau..cantik sekali.. Hana..” ujarnya terbata bata.

Aku merasakan sebuah firasat buruk. Aku merasa tak seharusnya aku ikut denganya. Aku merasa… samuanya tak akan baik baik saja.. seolah akan ada sesuatu yang terjadi. Yang akan mengakhiri hubunganku dengan Kyuhyun. Semoga saja itu tidak benar. Aku tak ingin menyakitinya.

Kyuhyun’s POV

Malam ini dia cantik sekali. Tubuhnya yang memang indah di balut dress selutut yang membuatnya anggun. Sedangkan wajahnya yang memang sudah cantik, di poles dengan make up tipis yang membuatnya semakin cantik.

Jujur. Aku sangat terpana padanya malam ini. Tapi di samping terpana. Aku merasakan sebuah firasat yang sangat buruk. Ah.. tidak. Ku abaikan saja firasatku ini. Apa alasanku untuk berpikir buruk? Toh aku hanya akan memperkenalkanya pada hyungku kok.

Siwon’s POV

Aku mendengar deruman mobil di depan rumahku.  Kyuhyun sudah tiba. Aku segera berjalan untuk membukakan pintu. Ketika pintu sudah dibuka, aku melihat ke arah Kyuhyun, lalu gadis di sampingnya, dan………………………………… aku terpaku.

“Park Hana-ssi?” ujarku heran.

“Oh, Hyung, kalian sudah saling mengenal tampaknya. Dia ini kekasihku. Gadis yang selalu ku bicarakan itu” ujar Kyuhyun dengan santai.

DEG!! Sesaat itu jantungku terasa hampir berhenti. Rasanya udara di sekitarku menguap tiba tiba. Tidak mungkin.

Sesaat aku melihat kepada hana. Sama. Tatapan gadis itu terkejut dan…. Sakit? Apa dia juga mencintaiku?

Hana’s POV

Aku melihat siapa pria yang membukakan pintu. Dan saat itu juga, sesak. Sangat sesak. Rasanya paru paruku penuh. Perutku jungkir balik. Bagaimana mungkin ??

“Park Hana-ssi?” ujarnya menyebutkan namaku.

Oh aku sangat senang ia masih mengingatku. Tapi.. sangat menyakitkan melihatnya. Seharusnya aku mengikuti firasatku. Firasatku benar. Semuanya tak akan baik baik saja. Bagaimana mungkin baik baik saja? Saat kau melihat pria yang sudah 1 minggu lebih bercokol di otakmu, dan menyadari pria itu adalah teman pacarmu? Aku menatapnya sakit.. begitu pula dia. Eh? Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku?

Siwon’s POV

Makan malam mala mini berjalan dengan lancer, tapi tidak menyenangkan. Berulang kali aku tersendat berbicara. Dan mataku hanya tertuju kepadanya.

“Hyung, dimana toilet? Aku mau pinjam toilet.” Ujar kyuhyun kepadaku

“ Di sana” ujarku singkat menunjuk ke arah balik dapur

Kyuhyun bergegas kea rah yang ku tunjuk, dan meninggalkan kami berdua.

Suasana terasa sangat dingin dan sepi. Kenapa kyuhyun lama sekali? Apakah dia sengaja member kesempatan? Ah, baiklah.

“Hana-ssi, lama tak berjumpa, apa kau masih mengingatku?” tanyaku.

“ah, tentu saja” ujarnya sembari tersenyum manis. Semanis waktu kami pertama bertemu.

“Aku tak menyangka, kau adalah kekasih Kyuhyun. Hahaha. Dia temanku sejak lama. Dia sering bercerita soal gadisnya, tapi tak menyebutkan namamu.”

“oh..” jawabnya singkat.

Sepertinya hatiku hampir meledak. Untung saja kyuhyun datang. Mengembalikan akal sehatku.

Kyuhyun’s POV

Jadi inikah yeoja yang dicintai Siwon hyung? Sudah kuduga. Sepertinya perasaan Hana juga sama. Aku melihat tatapan sakit mereka berdua saat bertemu di pintu tadi. Sengaja kuberikan kesempatan. Sepertinya firasatku benar tentang harus melepaskanya. Tapi aku belum siap. Ah~ lebih baik aku kembali kesana. Mengajak Hana pulang. Dan kupastikan perasaanya padaku.

“kenapa suasana di sini dingin sekali?” tanyaku mencairkan suasana.

“tidak apa apa” jawab mereka serempak dan singkat

“Hyung, sepertinya urusan kita sudah selesai kali ini. Ahh~ aku juga mulai mengantuk. Hana, kita pulang ya?” tanyaku sembari melihatnya.

“ah~ baiklah. Terimakasih untuk makan malamnya, choi siwon-ssi” ujarnya formal.

Meskipun ia berusaha menutupinya dariku. Aku tetap tahu dia mencintainya…melebihi diriku.

Hana’s POV

Suasana di mobil mendadak berubah jadi dingin. Bahkan Kyuhyun tak berbicara sama sekali. Apa dia menyadarinya? Hana babo! Seharusnya kau tak bertingkah seperti tadi. Siapapun pasti menyadarinya.

“ Kyuhyun~a..” ujarku memecah kesunyian.

“Hana, maukah kita menikah?” ujarnya dengan mata menatap lurus ke arahku.

“eh? Em…” aku tak sanggup menjawab pertanyaanya. Aku membisu. Aku takut menolaknya. Tapi aku juga tak akan sanggup menerima kenyataan bahwa tak akan pernah bisa bersatu dengan Choi Siwon.

“Park Hana…..” ujarnya menyadarkanku dari lamunanku.

“ya?” jawabku salah tingkah

“aku tahu kau tak mencintaiku.. aku tahu kau menyembunyikan perasaanmu. Jangan berpura pura di hadapanku. Aku sudah mempersiapkan diri menerima fakta untuk melepaskanmu. Tapi ingat, jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar lagi, atau kembali, mungkin aku tak aka nada untukmu lagi sebagai kekasih.. Park Hana, siapkah kau menerima semuanya?” ujarnya.

Aku tak lagi sanggup membendung air mataku. Semuanya memang tak akan baik baik saja. Aku memutuskan pilihan terbaik.. dan terberat.

Siwon’s POV

Malam ini sangat dingin. Aku duduk membatu di bangku taman itu lagi. Tempat aku dan Hana pertama kali bertemu. Berdoa, mengharapkan adanya keajaiban. Berharap seandainya aku dan Hana bertemu sebagai pasangan yang memang di takdirkan untuk bersama. Tapi salahkah aku berpikir begitu…………? Semoga saja ia jodohku.

“Choi Siwon ssi!!” teriak sebuah suara memanggil namaku. Menyadarkanku dari lamunanku. Suara yang sangat kukenal dan….kurindukan.

Aku melihatnya bingung.

“bagaimana kau ada di sini?” tanyaku

“Kyuhyun mengantarku”

“lalu bagaimana denganya?”

“ia sudah pulang” jawabnya singkat

“maksudmu…”

Tanpa basa basi dia memelukku. Pelukan hangat.. yang membuatku tenang. Aku tak dapat lagi mengontrol diriku. Aku mengecup bibirnya singkat. Aku mengakui, aku merindukanya

“saranghae.. park hana.” Ucapku

Ia menitikkan airmata. Dan mengucapkan sebuah kata yang akan membuatku selamanya bahagia.

“Nado saranghae, Choi Siwon”

Kyuhyun’s POV

Aku melihat mereka dari kejauhan. Cih.. menjijikkan. Ku akui, sekarang aku benar benar marah, cemburu, dan putus asa. Tapi aku mencintai keduanya. Tak bisa memilih salah satu di antara mereka. Aku hanya ingin mereka berdua bahagia.. Ya, mereka harus bahagia, untuk membayar rasa sakit yang aku alami.

Aku tak sanggup lagi menahan rasa sakitku. Aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Tidak mau melihat lebih jauh lagi. Selamat tinggal, Park Hana. Aku mencintaimu, ah tidak.. aku pernah mencintaimu. Dan aku berharap kau bahagia.

The END

a’s POV

Sore itu terasa seangat membosankan. Tidak ada lagi kegiatan yang kulakukan. Ulangan umum telah berakhir. Dan semuanya terasa sangat membosankan. Di satu sisi aku merasa bebas. Di sisi yang lain aku ingin mencari kesibukan. Maka aku memilih untuk berjalan jalan di taman.

Di sini begitu banyak pasangan yang hilir mudik bergandengan tangan. Membuatku iri saja. T^T

Bukan karena aku belum punya pacar. Melainkan pacarku sangat sibuk sehingga tak dapat menemaniku. Padahal aku benar benar sedang bosan.

Aku tangah asyik melamun ketika sebuah suara memanggilku

“ permisi miss, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanya namja itu dengan senyumnya. Astagaaaa,,, senyumnya.. indah sekali. Sepasang lesung pipi menghiasi wajahnya yang memasng sudah super duper tampan. Aku yakin jika kau melihatnya, kau akan mengaguminya, sama seperti aku saat ini.

“miss?” tanyanya sekali lagi. Sekali lagi aku tersadar dari lamunaku…tentangnya.

“oh tentu saja, silakan” jawabku dengan senyum termanis yang kupunya. Berharap namja itu akan tertarik denganku.

Aku mencuri pandang ke arahnya. Melihat dan berpikir, sempurna sekali namja ini.. tubuhnya kekar, hidungnya mancung sempurna, bibirnya mungil dan sepasang lesung pipi mnghiasi senyumnya.

“maaf, jika boleh tahu, siapa namamu?” tanya nama itu sopan kepadaku

“ ehm.. Hana. Park Hana” jawabku singkat “ dan kau?”

“oh.. Choi Siwon” ujarnya sembari tersenyum. Dia… manis sekali.

Siwon’s POV

Sore ini aku bosan, dan memutuskan untuk berjalan jalan ke taman. Sesampainya ditaman, aku langsung mencoba untuk mencari tempat yang nyaman, mencoba untuk beristirahat di sana. Mataku langsung tertuju pada sebuah bangku panjang. Dan kudapati di situ seorang gadis duduk di atasnya. Gadis itu.. sangat cantik, eh?

“ permisi miss, bolehkah aku duduk di sampingmu?” tanyaku sopan. Aku menekankan kata miss karena aku bingung. Dia sepertinya bukan orang asli korea. Rambutnya coklat. Dan matanya besar berwarna abu abu.

“oh tentu saja, silakan” jawabnya mempersilakanku. Dia tersenyum. Sangat manis. Senyumnya membuat jantungku berdebar cepat. Darahku berdesir. Dia memang sangat menawan.

Aku merasakan seseorang memandangku. Sepertinya gadis itu tertarik juga denganku. Semoga saja begitu, karena aku tak mau perasaan ini hanya bertepuk sebelah tangan saja.

“maaf, jika boleh tahu.. siapa namamu?” tanyaku sesopan mungkin.

“eh.. hana. Park Hana” jawabnya singkat “ dan kau?” tanyanya kepadaku.

“oh.. Choi Siwon” ujarku singkat sembari tersenyum. Melihat mata abu abunya memandangku.. Darahku berdesir semakin cepat.

Hana’s POV

Entah setan apa yang merasukiku, aku tak bisa berhenti memikirkan namja yang minggu lalu aku temui di taman. Padahal mungkin saja namja itu mengingatkupun tidak. Namja itu, dalam sekali pertemuan, berhasil mencuri hatiku! Padahal selama ini begitu banyak namja tampan yang mencoba mengejarku, bahkan ku tolak mentah mentah. Aku memikirkanya.. senyumnya semuanya. Aku bahkan tak mengingat Kyuhyun sama sekali. Yang ada di otak ku hanya namja itu. Choi Siwon

“yak! Hana..!! sejak kapan kau punya kebiasaan jelek melamun?” ujar hyun Jae menyadarkanku. Ya, Kim Hyun Jae adalah temanku. Dia sangat baik dan cantik.

“Ah.. Hyun Jae~ , apa jatuh cinta itu rasanya seperti ini?” tanyaku padanya.

“ dengan kyuhyun? Wah hebat juga dia bisa membuat seorang Park Hana seperti ini. Hahaha. Dia memang sangat pas untukmu, Hana. Dia tampan, pintar dan kaya. Semua point plus ada padanya. Kau beruntung Hana” ujar Hyun Jae dengan senyum khas nya.

Aku tersentak kala Hyun Jae menyebutkan nama kyuhyun. Astaga, apa yang kulakukan? Aku berpikir mengenai namja lain sedangkan tentang pacarku tidak?

“ yak! Park Hana! Kau melamun lagi. Apakah itu sudah menjadi kebiasaanmu?!” ujarnya menyadarkanku.

“Hyun Jae ~a , bagaimana ini? Rasanya yang aku pikirkan bukan Kyuhyun..” jawabku dengan nada tak mengenakkan.

“mwo? Lalu siapa?” tanya hyun jae penasaran.

“ namanya.. Choi siwon.” Jawabku singkat

Siwon’s POV

Otaku tersa mau pecah. Bagaimana bisa aku terus memikirkan yeoja itu?? Hah. Padahal mungkin saja ia bahkan lupa bentuk wajahku. Ahh.. dia membuat otaku ini penuh dengan wajahnya. Dasar tak bertanggung jawab! Dimana aku harus menemuinya?

“hei , Hyung!” ujar sebuah suara memanggilku. Aku menengadah untuk mendapati asal suara itu.. ah~ rupanya Kyuhyun yang memanggilku.

“ada apa?” balasku singka.

“ sejak tadi kau melamun terus? Ada masalah?” tanyanya dengan mata menyelidik

“ tidak, hanya saja, aku merasa aneh. Bagaimana mungkin aku berpikir tentang yeoja yang hanya sekali saja aku temui?” jawabku dengan nada tak bersemangat

“mudah saja. Kau jatuh cinta dengan yeoja itu.” Ujar kyuhyun dengan mantap.

Mendengar jawaban dari kyuhyun aku terhenyak. Dia benar. Sepertinya aku jatuh cinta.

Kyuhyun’s POV

Aku bertemu Siwon hyung dan melihatnya melamun. Aku jadi penasaran yeoja macam apa yang menarik hatinya. Pasti sangatlah cantik dan menarik. Melihat Siwon hyung yang sampai seperti itu memikirkan yeoja itu, pasti yeoja itu sangatlah sempurna dimatanya.

Hatiku sangat senang ketika secara tak sengaja bertemu Hana. Ya dia adalah kekasihku.

“Hana~~ “ ujarku memanggilnya. Namun sepertinya ia tak dengar. Dia sama sekali tidak menjawabku. Matanya tertunduk melihat ke jalan. Sepertinya ia memikirkan sesuatu. Apa ya?

“ yak! Park Hana~ ”  panggilku mengulang. Ia melihat ke arahku. Terdiam sesaat, lalu menjawab

“ada apa?” jawabnya singkat

“kau marah padaku karena beberapa hari ini tidak bisa menemanimu bermain?” tanyaku

“tidak” ia kembali menjawab. Singkat. Sangat singkat, sampai membuatku heran. Biasanya ia sangat cerewet hingga membuatku sakit kepala.

“ ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanyaku sembari memegang dahinya.

Semburat kemerahan muncul di kedua pipinya yang chubby. Sangat manis. Tapi aku merasakan ada yang aneh denganya. Matanya. Matanya menerawang sangat jauh. Seolah olah melihat kje tempat yang tak terjangkau. Aku merasa.. sebentar lagi akan tiba, waktu untuk merelakanya pergi.

Hana’s POV

Aku berjalan sambil termenung. Memikirkan perkataan Hyun Jae sesaat sebelum pulang tadi: “lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Kau tau dia sangat mencintaimu. Tegakah kau meninggalkanya?”

Hyun jae benar. Seharusnya aku setia pada Kyuhyun. Dia sangat baik. Apa yang kurang darinya sehingga mampu membuatku berpaling pada seseorang yang bahkan baru sekali kutemui?

Lamunanku tersadar ketika seseorang memanggilku. Suara yang sangat kukenal. Dan juga sangat kutakuti saat ini. Suara Cho Kyuhyun.

“yak! Park Hana~” panggilnya.

“ada apa?” aku menjawab singkat. Berusaha menghindari tatapan matanya.

“kau marah padaku karena beberapa hari ini tidak bisa menemanimu bermain?” tanyanya kepadaku.

“tidak” jawabku singkat. Sekarang aku yakin dia akan bingung dengan perubahan perilakuku. Bukanya aku membencinya. Tidak, aku justru merasa bersalah kepadanya.

“ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanyanya sembari memegang dahiku.

Sekarang aku yakin pipiku akan memerah. Pipiku terasa sangat panas. Aku tak mampu menatapnya. Yeoja macam apa aku? Dia sangat baik, tapi aku malah akan segera menyakitinya. Aku malu…pada diriku sendiri.

Siwon’s POV

Sudah satu minggu lebih berlalu. Meskipun tidak bertemu dengan yeoja itu. Aku tetap memikirkanya. Rasanya otaku sudah di manipulasi oleh wajahnya. Tidak. Aku tidak boleh begitu. Kalau begini terus, lama lama pikiranku kacau dan akan berpengaruh pada karir bisnisku. Malam ini aku ada perjanjian makan malam dengan Kyuhyun dalam rangka bisnis. Aku harus berfokus pada itu. Lagipula, Ia juga berjanji akan mengenalkanku pada kekasihnya. Pasti gadis itu sangat cantik. Siapa tau melalui gadis itu, aku dapat menemukan yeoja lain yang lebih pantas mendampingiku ketimbang yeoja di otakku ini

Hana’s POV

“Hana , kau sudah siap belum?” tanya kyuhyun dari luar.

“sabar, sebentar lagi aki akan keluar” ujarku dengan nada sedikit tinggi.

“ah, kau ini lama sekali” jawabnya dengan singkat

Aku menatap cermin. Puas dengan penampilanku. Rambut coklatku ku biarkan tergerai. Sedangkan tubuhku hanya di balut dress selutut berwarna hitam dengan tali spaghetti. Wajahku di make up tipis, itu membuat penampilanku lebih menarik.

Saat aku keluar, Kyuhyun terpaku menatapku.

“astaga.. kau..cantik sekali.. Hana..” ujarnya terbata bata.

Aku merasakan sebuah firasat buruk. Aku merasa tak seharusnya aku ikut denganya. Aku merasa… samuanya tak akan baik baik saja.. seolah akan ada sesuatu yang terjadi. Yang akan mengakhiri hubunganku dengan Kyuhyun. Semoga saja itu tidak benar. Aku tak ingin menyakitinya.

Kyuhyun’s POV

Malam ini dia cantik sekali. Tubuhnya yang memang indah di balut dress selutut yang membuatnya anggun. Sedangkan wajahnya yang memang sudah cantik, di poles dengan make up tipis yang membuatnya semakin cantik.

Jujur. Aku sangat terpana padanya malam ini. Tapi di samping terpana. Aku merasakan sebuah firasat yang sangat buruk. Ah.. tidak. Ku abaikan saja firasatku ini. Apa alasanku untuk berpikir buruk? Toh aku hanya akan memperkenalkanya pada hyungku kok.

Siwon’s POV

Aku mendengar deruman mobil di depan rumahku.  Kyuhyun sudah tiba. Aku segera berjalan untuk membukakan pintu. Ketika pintu sudah dibuka, aku melihat ke arah Kyuhyun, lalu gadis di sampingnya, dan………………………………… aku terpaku.

“Park Hana-ssi?” ujarku heran.

“Oh, Hyung, kalian sudah saling mengenal tampaknya. Dia ini kekasihku. Gadis yang selalu ku bicarakan itu” ujar Kyuhyun dengan santai.

DEG!! Sesaat itu jantungku terasa hampir berhenti. Rasanya udara di sekitarku menguap tiba tiba. Tidak mungkin.

Sesaat aku melihat kepada hana. Sama. Tatapan gadis itu terkejut dan…. Sakit? Apa dia juga mencintaiku?

Hana’s POV

Aku melihat siapa pria yang membukakan pintu. Dan saat itu juga, sesak. Sangat sesak. Rasanya paru paruku penuh. Perutku jungkir balik. Bagaimana mungkin ??

“Park Hana-ssi?” ujarnya menyebutkan namaku.

Oh aku sangat senang ia masih mengingatku. Tapi.. sangat menyakitkan melihatnya. Seharusnya aku mengikuti firasatku. Firasatku benar. Semuanya tak akan baik baik saja. Bagaimana mungkin baik baik saja? Saat kau melihat pria yang sudah 1 minggu lebih bercokol di otakmu, dan menyadari pria itu adalah teman pacarmu? Aku menatapnya sakit.. begitu pula dia. Eh? Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku?

Siwon’s POV

Makan malam mala mini berjalan dengan lancer, tapi tidak menyenangkan. Berulang kali aku tersendat berbicara. Dan mataku hanya tertuju kepadanya.

“Hyung, dimana toilet? Aku mau pinjam toilet.” Ujar kyuhyun kepadaku

“ Di sana” ujarku singkat menunjuk ke arah balik dapur

Kyuhyun bergegas kea rah yang ku tunjuk, dan meninggalkan kami berdua.

Suasana terasa sangat dingin dan sepi. Kenapa kyuhyun lama sekali? Apakah dia sengaja member kesempatan? Ah, baiklah.

“Hana-ssi, lama tak berjumpa, apa kau masih mengingatku?” tanyaku.

“ah, tentu saja” ujarnya sembari tersenyum manis. Semanis waktu kami pertama bertemu.

“Aku tak menyangka, kau adalah kekasih Kyuhyun. Hahaha. Dia temanku sejak lama. Dia sering bercerita soal gadisnya, tapi tak menyebutkan namamu.”

“oh..” jawabnya singkat.

Sepertinya hatiku hampir meledak. Untung saja kyuhyun datang. Mengembalikan akal sehatku.

Kyuhyun’s POV

Jadi inikah yeoja yang dicintai Siwon hyung? Sudah kuduga. Sepertinya perasaan Hana juga sama. Aku melihat tatapan sakit mereka berdua saat bertemu di pintu tadi. Sengaja kuberikan kesempatan. Sepertinya firasatku benar tentang harus melepaskanya. Tapi aku belum siap. Ah~ lebih baik aku kembali kesana. Mengajak Hana pulang. Dan kupastikan perasaanya padaku.

“kenapa suasana di sini dingin sekali?” tanyaku mencairkan suasana.

“tidak apa apa” jawab mereka serempak dan singkat

“Hyung, sepertinya urusan kita sudah selesai kali ini. Ahh~ aku juga mulai mengantuk. Hana, kita pulang ya?” tanyaku sembari melihatnya.

“ah~ baiklah. Terimakasih untuk makan malamnya, choi siwon-ssi” ujarnya formal.

Meskipun ia berusaha menutupinya dariku. Aku tetap tahu dia mencintainya…melebihi diriku.

Hana’s POV

Suasana di mobil mendadak berubah jadi dingin. Bahkan Kyuhyun tak berbicara sama sekali. Apa dia menyadarinya? Hana babo! Seharusnya kau tak bertingkah seperti tadi. Siapapun pasti menyadarinya.

“ Kyuhyun~a..” ujarku memecah kesunyian.

“Hana, maukah kita menikah?” ujarnya dengan mata menatap lurus ke arahku.

“eh? Em…” aku tak sanggup menjawab pertanyaanya. Aku membisu. Aku takut menolaknya. Tapi aku juga tak akan sanggup menerima kenyataan bahwa tak akan pernah bisa bersatu dengan Choi Siwon.

“Park Hana…..” ujarnya menyadarkanku dari lamunanku.

“ya?” jawabku salah tingkah

“aku tahu kau tak mencintaiku.. aku tahu kau menyembunyikan perasaanmu. Jangan berpura pura di hadapanku. Aku sudah mempersiapkan diri menerima fakta untuk melepaskanmu. Tapi ingat, jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar lagi, atau kembali, mungkin aku tak aka nada untukmu lagi sebagai kekasih.. Park Hana, siapkah kau menerima semuanya?” ujarnya.

Aku tak lagi sanggup membendung air mataku. Semuanya memang tak akan baik baik saja. Aku memutuskan pilihan terbaik.. dan terberat.

Siwon’s POV

Malam ini sangat dingin. Aku duduk membatu di bangku taman itu lagi. Tempat aku dan Hana pertama kali bertemu. Berdoa, mengharapkan adanya keajaiban. Berharap seandainya aku dan Hana bertemu sebagai pasangan yang memang di takdirkan untuk bersama. Tapi salahkah aku berpikir begitu…………? Semoga saja ia jodohku.

“Choi Siwon ssi!!” teriak sebuah suara memanggil namaku. Menyadarkanku dari lamunanku. Suara yang sangat kukenal dan….kurindukan.

Aku melihatnya bingung.

“bagaimana kau ada di sini?” tanyaku

“Kyuhyun mengantarku”

“lalu bagaimana denganya?”

“ia sudah pulang” jawabnya singkat

“maksudmu…”

Tanpa basa basi dia memelukku. Pelukan hangat.. yang membuatku tenang. Aku tak dapat lagi mengontrol diriku. Aku mengecup bibirnya singkat. Aku mengakui, aku merindukanya

“saranghae.. park hana.” Ucapku

Ia menitikkan airmata. Dan mengucapkan sebuah kata yang akan membuatku selamanya bahagia.

“Nado saranghae, Choi Siwon”

Kyuhyun’s POV

Aku melihat mereka dari kejauhan. Cih.. menjijikkan. Ku akui, sekarang aku benar benar marah, cemburu, dan putus asa. Tapi aku mencintai keduanya. Tak bisa memilih salah satu di antara mereka. Aku hanya ingin mereka berdua bahagia.. Ya, mereka harus bahagia, untuk membayar rasa sakit yang aku alami.

Aku tak sanggup lagi menahan rasa sakitku. Aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Tidak mau melihat lebih jauh lagi. Selamat tinggal, Park Hana. Aku mencintaimu, ah tidak.. aku pernah mencintaimu. Dan aku berharap kau bahagia.

The END 

 
2 Comments

Posted by on May 28, 2011 in Romance

 

Introduction

Helloooo everyone ^^ My name is “……..” , you can call me Park Hana. I was born in August, 11 , 1994.

Hehehehe. Itu perkenalan pribadi saya, sekaligus 1st post saya :p

Blog ini memang sengaja di buat untuk nge post ff tentang suju, yang entah di sukai atau enggak ^^

hmm… Aku pertama tau suju dari temenku yang lagi nonton MV di kelas. Pas itu MV yang aku lihat MV Bonamana dan No Other. wuaduuhhhh ~~ di situ tuh saya kepincut setengah mati sama Choi Si Won. ah iya. Mian yaa kalo nantinya blog ini penuh sama nama Choi siwon, karena orang Asia yang pertama kali saya suka dia, dan…..semoga aja sampe terakhir *maklum, dulu cinta bule* hahaha.

sekian dulu perkenalanya 🙂 Gomawo yang udah liat ^^

————————————————————————————————————————–

Annyeong haseyo~ aku the 2nd writer, Lee Eun Mi! 🙂 aku di sini bersama Park Hana menulis ff tentang super junior, semoga aja kalian suka membacanya. Karya-karya Park Hana udah ada yang dipublish tuh, karya pertamaku adalah ‘Love Storm’. Oh ya, buat sekedar info, biasku itu Hankyung, jadi kayanya aku bakal banyak nulis ff tentang Hankyung di sini. ff buatanku pasti bagus-bagus *pede jaya* hahaha. Oh ya, aku memakai nama ‘blue9-2’ di sini sebagai author.

Well, kita sangat perlu comment-comment buat memperbaiki kesalahan, jadi, don’t hesitate to comment yah! kayanya itu aja yang bisa aku sampein, gomawo~ 🙂

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2011 in Uncategorized